Sabtu, 05 Oktober 2019

Teruntuk yang pernah senada dalam diam

Penanti Amatir

Setidaknya aku pernah
menggantungkan namamu di antara  ribuan galaksi
Menjadikanmu bulan
Tempat anganku membui
Hingga hanya namamu
yang menggaung di atas langit-langit doa
Membuat malaikat menangkap do'a do'aku
untuk dihadapkan ke Sang Kuasa

Aku enggan menjadi pendosa ulung
yang terus merindumu
Memang diriku adalah
penanti yang hanya percaya waktu
Kendaraan yang tak pernah bisa diberhentikan
Tanpa tahu sebenarnya diriku

Untukmu yang pernah senada dalam diam
akan ada masanya aku berhenti menggilai
dan tak berkubang dalam halusinasi
Ketika waktu itu tiba,
jika namamu ku lafadzkan
Tak ada lagi getaran aneh dalam dada

Purwokerto, 25 September 2019